3 Pedoman Investasi Saat Jakarta Lagi Dilanda Demonstrasi

Uang Digital

Demo 22 Mei 2019 jelas memunculkan dampak serius. Beberapa di antaranya adalah memerahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan melemahnya Rupiah.

Gak menutup kemungkinan, mereka yang sudah beli saham sebelum peristiwa ini berlangsung jadi rugi.

Kendati demikian, masih ada beberapa instrumen investasi lain yang justru untung. Apakah ini adalah saat yang tepat untuk mengganti investasimu?

Jangan buru-buru, baca dulu pedoman investasi di bawah ini.

1. Reksadana pasar uang pasti untung

Di tengah derasnya sentimen negatif yang meneror pasar saham dan obligasi, reksadana pasar uang justru bisa mencetak untung. Berdasarkan laporan dari Infovesta yang diterima pada 20 Mei 2019, indeks reksadana ini justru mencatat kinerja positif 0,09 persen pedoman investasi.

Demo 22 Mei 2019 juga dipastikan gak bakal mengganggu investasi ini kok. Akan tetapi, walau risikonya kecil, returns atau imbal hasilnya juga gak gede-gede amat.

Wajar, aset-aset investasi dalam reksadana pasar uang adalah deposito.

2. P2P lending juga gak terpengaruh demo 22 Mei 2019

Selain reksadana pasar uang, investasi yang satu ini juga gak akan terpengaruh oleh demonstrasi di Jakarta. Mengapa? Karena peran investor di platform ini adalah sebagai orang yang “meminjamkan” dana ke orang lain pedoman investasi.

Risiko yang ada di investasi ini tentunya adalah kredit macet karena si peminjam gak sanggup bayar cicilan. Namun rasio kredit macet tentunya bisa diketahui lewat informasi situs-situs ini.

Selama situs P2P lending yang kamu tuju diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka gak perlu ragu untuk investasi di sana. Untungnya pun bisa di atas 10 persen.

3. Jadilah yang diuntungkan ketika pasar modal lagi gak menentu

Sejatinya, efek dari melemahnya IHSG dan menguatnya Dollar adalah sementara. Ini disebabkan karena sentimen-sentimen negatif yang membuat banyak orang panik. 

Oleh karena itu, mereka berbondong-bondong menarik investasinya hingga harga saham-saham di bursa jadi terkoreksi.

Menanggapi situasi ini, kamu gak perlu panik. Jadilah orang yang diuntungkan di saat orang lain panik. Emangnya bisa?

Ketika seluruh harga saham turun, mestinya ini jadi peluang yang tepat untuk membelinya. Jika sudah kadung beli sebelum harga turun, beli lagi saja juga tidak apa-apa, kerugianmu tentu bakal berkurang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *